KOMITMEN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN

Ariyanto.M Ariyanto.M, Darmawanto Darmawanto, Zulkifli Zulkifli, Hamirul Hamirul, Sasmita Rusnain, Teta Wismar

Sari


Pembangunan bagi negara berkembang adalah sangat penting terutama didaerah yang memiliki infrastruktur yang belum memadai dalam menunjang perekonomian, dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpuland ata yang digunakan adalah wawancara dengan informan sebanyak 11 orang. Hasil penelitian Pelaksanaan KTM Bathin III Ulu dalam percepatan pembangunan dilakukan dengan pertama, percepatan penyelesaian sengketa lahan. Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur. Ketiga, mempromosikan program tranmigrasi. Kendala ? kendala yang dihadapi KTM Bathin III Ulu dalam percepatan pembangunan yaitu. Pertama, belum maksimalnya sosialisasi oleh petugas Kecamatan ke masyarakat setempat. Kedua belum maksimalnya dalam melayani keluhan transmigran. Ketiga, masih kurangnya SDM untuk pengembanggan KTM. Upaya yang dilakukan oleh Kecamatan Bathin III Ulu untuk mengatasi kendala yaitu. Pertama, meningkatkan sosialisasi dan SDM. Kedua, meningkatkan pelayanan kepada transmigrasi. Ketiga, memberikan perhatian kepada transmigrasi baru.


Kata Kunci


Komitmen, Pemerintah Daerah, Pembangunan, Bathin III ulu, Bungo

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmad, Dwi Joko. Pembangunan Kota Terpadu Mandiri, Jakarta, IPWD, 2010.

Agustino, Leo. Dasar-Dasar Kebijakan Publik, Bandung, 2016.

Ambarwulan, W., Sutomo, B., Hamzah, U., & Warsono, P. (n.d.). PERANCANGAN TATAGUNA LAHAN DAN TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN BERBASIS PERTANIAN: STUDI KASUS KOTA TERPADU MANDIRI TRANSMIGRASI MESUJI , PROVINSI.

Allen dan Meyer, Bentuk Bentuk Komitmen, Bumi Aksara , Bandung, 2013.

Belakang, L., Kesehatan, M., Manusia, I. P., No, U.-U., Mortalitas, A., & Bayi, A. K. (n.d.). BAB I PENDAHULUAN, (36), 17?75.

Buol, K. (2006). Peningkatan akses jalan untuk menunjang distribusi hasil produksi kota terpadu mandiri (ktm) air terang kabupaten buol, 111?124.

Darwis, V., Rusastra, W., Sosial, P., & Jl, K. P. (n.d.). MELALUI SINERGI PROGRAM PUAP DENGAN DESA MANDIRI PANGAN Optimizing Rural Community Empowerment Through Integrating PUAP and Demapan Programs, 125?142.

Faranita, L. F., Batubara, M. M., Iswarini, H., Studi, P., Fakultas, A., & Palembang, U. M. (2017). No Title, 23?29.

Handiwibowo, G. A., & Teknologi, D. M. (2012). SINGKRONISASI AKTIFITAS CORPORATE SOCIAL RESPOSIBILITY ( CSR ) DAN COMMUNITY DEVELOPMENT ( CD ) DALAM KONTEKS, (Cd), 111?118.

Hanif, Dasar Dasar Pemerintahan, Bumi Aksara, Bandung, Tahun 2007.

Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta, 2011.

Jufri, M. (2014). Implementasi kebijakan pengembangan kota terpadu mandiri (ktm) labangka kabupatensumbawa.

Kalsum, E., Arsitektur, P. S., Tanjungpura, U., Caesariadi, T. W., Arsitektur, P. S., Tanjungpura, U., & Mandiri, K. T. (2016). KONSEP PERMUKIMAN KOTA TERPADU, 3(2), 12?24.

Kartasas?mita, Ginanjar. Pembangunan Desa, Tiga Serangkai, Jakarta, 2009

Ketenagakerjaan, A., Kota, K., & Mandiri, T. (n.d.). Analisis Ketenagakerjaan Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), 47?54.

Ketransmigrasian, J. (2011). AKSELERASI Acceleration of Economic Improvement, 28(1), 13?24.

Mashur, D. (n.d.). STRATEGI PEMBANGUNAN KOTA PEKANBARU, 109?114.

Pengajar, S., Ekonomi, F., & Riau, U. (2011). ANALISIS POTENSI INDIKATIF SDM CALON TRANSMIGRAN KABUPATEN BENGKALIS, (2), 144?158.

Perencanaan, B., & Nasional, P. (n.d.). Prakarsa pemerintah daerah dalam upaya pengurangan kesenjangan wilayah dan pembangunan daerah.

Siswoyo, S. (2009). MODEL PENGEMBANGAN KOTA TERPADU MANDIRI DI KAWASAN TRANSMIGRASI LORE-POSO, 16?25.

Study, C., City, D., Site, P., & Province, L. (2013). KESESUAIAN LAHAN FISIK DAN EKONOMI UNTUK PADI SAWAH: STUDI KASUS WILAYAH PERENCANAAN KOTA TERPADU MANDIRI RAWAPITU , PROVINSI LAMPUNG ( Mapping of Physical and Economical Land Suitability for Rice Field:, 15(1), 86?92.

Sugiono. Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2010.

Suradisastra, K. (1992). Revitalisasi kelembagaan untuk percepatan pembangunan sektor pertanian dalam otonomi daerah, 281?314.

Village, O. N. E., Product, O. N. E., Daerah, O., & Rasau, T. (n.d.). PENGEMBANGAN KAWASAN TERPADU MANDIRI DENGAN PENDEKATAN MODEL ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) DAERAH TRANSMIGRASI RASAU JAYA Nuraini Asriati.




DOI: https://doi.org/10.56957/jsr.v4i4.212

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Administrasi dan Humaniora (JASIORA) Online ISSN : 2656-1328 is Published by STIA Setih Setio Muara Bungo