STIMULASI UNTUK TERLAMBAT BICARA

Fina Afriany, Ade Sofa

Sari


Kemampuan bicara dan berbahasa pada anak berbeda beda, perkembangan kemampuan memerlukan stimulasi yang tepat sehingga tahapan tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya. Akan tetapi ketika kemampuan bicara anak tidak sesuai dengan usianya, maka anak mengalami terlambat bicara (Speech delay), yang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti, lingkungan, gangguan psikiatri, neurologi serta gangguan perilaku anak, dan dapat pula karena sesalahan pola asuh orang tua sehingga anak tidak terstimulasi dengan baik. Dari fenomena yang ada, banyak orang tua yang datang untuk memeriksakan anaknya adalah masalah gangguan berbicara atau keterlambatan bicara (Speech delay). Pada umumnya para orang tua menyadari ketika kemampuan bicara anak mereka tidak sesuai jika dibandingkan teman sebaya. Oleh sebab itu anak perlu diberikan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan bicaranya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 3 (tiga) orang anak yang mengalami terlambat bicara. Teknik penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan audiovisual atau dokumentasi. Waktu pemberian stimulasi untuk pelaksanaan penelitian ini adalah selama 60 menit sebanyak 8 kali pertemuan dalam satu bulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan stimulasi dapat diberikan dengan, merangsang minat berbicara, mengucapkan suku kata, pengucapan (lafal) dan pengenalan kalimat sederhana. Masing masing anak menunjukkan perkembangan kemampuan bicaranya dalam proses stimulasi yang diberikan. Ketiga anak masih belum optimal dalam proses pengenalan kalimat sederhana sehingga masih perlu distimulasi dan masih membutuhkan waktu yang lebih utuk terus mengembangkan kemampuannya.

Kata Kunci


Stimulasi, Terlambat Bicara

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Referensi

Andrews, E., dkk. (2013). Multilingualism and FMRI: Longitudinal Study of Second Language Acquisition. Journal Brain Sci. 2013, 3 (2): 849-876.

Andini Puspa Pupung & Anik Lestariningrum, (2018). Bermain dan Permainan Anak usia Dini. Yogyakarta : CV Adjie Media Nusantara.

A . C. dkk (2019). Analisis Bahasa Lisan Pada Anak Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Usia 5 Tahun. Lingua. Volume XV. Nomor 2 Juli.

Campbell, dkk. (2003). Risk Factors for Delay of Unknown Origin in 3-YearOld Childern, Chils Development, 74 (2): 346-357.

Dyer, Laura. (2009). Meningkatkan Kemampuan Bicara Anak. Jakarta: Kelompok Gramedia.

Dewanti, A., dkk. (2012). Karakteristik Keterlembatan Bicara Di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008?2009. Sari Pediatri, 14 (4): 230-234.

Feryani & Elyasari. (2020). PENGGUNAAN MODUL STIMULASI PERKEMBANGAN UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BAHASA DAN BICARA ANAK USIA 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN. Jurnal keperawatan Volume 03. Nomor 03 Maret 2020

Hurlock, E. (2010). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup (Terjemahan). In Erlangga

Hidajati, S. C., & Tanner, I. (2012). Anxiety, Depression and stress in pregnancy: Implications for Mothers, Children, Research, and Practice. CurrOpin Psychiatry, 25 (2): 141-148.

Hasiana, I. (2020). Studi Kasus Anak dengan Gangguan Bahasa Reseptif dan Ekspresif. SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal. https://doi.org/10.36456/special.vol1.no1.a2296

Helvianis T & Rantina M. (2021). STIMULASI PERKEMBANGAN BERBICARA ANAK USIA 2-3 TAHUN SELAMA PANDEMI COVID 19 RT 09 DESA SAKO BANYUASIN. Jurnal Tumbuh Kembang : Kajian Teori Dan Pembelajaran Paud. Vol: 8 No. 1 2021

Ismail, A. (2009). Education Games Menjadi Cerdas dan Ceria dengan Permainan Edukatif. In Pilar Media.

Maslim, R. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa. In PPDGJ - III dan DSM - 5.

Nilawati, E., & Suryana, D. (2018). Gangguan Terlambat Bicara (Speech Delay) dan Pengaruhnya Terhadap Social Skill Anak Usia Dini. Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Padang.

Nuri, dkk. (2019). Pelaksanaan Pembelajaran Sentra Bermain Peran Dalam Mengembangkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 4-5 Tahun . 6. 81-94.

Otto B. (2015). Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini. Jakarta: Prenamedia;

Papalia, D. E. (2015). Human Development (Psikologi Perkembangan). In Cetakan ke-1.

Riandi, Marisa (2015.. Permasalahan Perkembangan Bahasa dan Komunikasi Anak. Universitas Almuslim;

Suparmiati, A., Ismail, D., & Sitaresmi, M. N. (2016). Hubungan Ibu Bekerja dengan Keterlambatan Bicara pada Anak. Sari Pediatri. https://doi.org/10.14238/sp14.5.2013.288-91

Usman, Muhammad. (2015). Perkembangan Bahasa Dalam Bermain dan Permainan. Yogyakarta: Deepublish (CV. Budi Utama).

Van, T. J. M. (2015). Pendidikan Anakku Terlambat Bicara. Jakata: Prenada media Group.

Wijayaningsih, L. (2019). PERAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA ANAK SPEECH DELAY (STUDI KASUS DI HOMESCHOOLING BAWEN JAWA TENGAH). Satya Widya. https://doi.org/10.24246/j.sw.2018.v34.i2.p151-159

Yusuf, Syamsu. 2010. Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya




DOI: https://doi.org/10.56957/jsr.v4i4.216

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Administrasi dan Humaniora (JASIORA) Online ISSN : 2656-1328 is Published by STIA Setih Setio Muara Bungo